Kamis, 16 Februari 2017

Laporan Laba Rugi



"Suatu laporan yang menunjukan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisiih antara pendapatan-pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukan kmajuan keuangan perusahaan dan juga merupakan tali penghubung dua neraca yang berurutan"

  1. Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan atau pelunasan utangnya (atau kombinasi keduanya) selama suatu period yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
  2. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
  3. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biaya-biaya. bila pndapatan lebih kecil daripada biaya, selisih sering disbut rugi.
  4. Laba (Gain) Adalah Kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali periode kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemililk
  5. Rugi (loss) Adalah  penurunan modal (aktiva bersih) dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari biaya (expense)atau distribusi pada pemilik
  6. Harga Prolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva misalnya pembelian mesin, dan pembayaran uang muka sewa.
Susunan Laporan Laba Rugi 

Menurut PSAK 2002 No.1 (Revisi 1998) laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinrja keuangan yang diperlukan bagi pnyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut :
  1. Pendapatan
  2. Laba rugi usaha
  3. Beban pinjaman
  4. Bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diberlakukan menggunakan metode ekuitas
  5. Beban pajak
  6. laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan 
  7. pos luar biasa 
  8. hak minoritas
  9. Laba atau rugi brsih untuk periode berjalan 
Bentuk Laporan Laba Rugi 
     Multi Step (bertahap)
     
    Bentuk laporan laba rugi dimana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urutan-urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut :
  • Laba bruto, (hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan)
  • Penghasilan usaha bersih (laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha)
  • Penghasilan bersih sebelum pajak (Penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya diluar usaha)
  • Penghasilan bersih sesudah pajak (Penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan)
  • Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa (Penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/ atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa
   Single Step 

         Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya kedalam kelompok-kelompok usaha dan diluar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara :
  • Pendapatan - pendapatan dan laba-laba
  • Biaya-biaya dan kerugian-kerugian 

*Sumber    : Intermediate Accounting, Zaki Baridwan, 2004

Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar