Kamis, 16 Februari 2017

Laporan Laba Rugi



"Suatu laporan yang menunjukan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisiih antara pendapatan-pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukan kmajuan keuangan perusahaan dan juga merupakan tali penghubung dua neraca yang berurutan"

  1. Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan atau pelunasan utangnya (atau kombinasi keduanya) selama suatu period yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
  2. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
  3. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biaya-biaya. bila pndapatan lebih kecil daripada biaya, selisih sering disbut rugi.
  4. Laba (Gain) Adalah Kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali periode kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemililk
  5. Rugi (loss) Adalah  penurunan modal (aktiva bersih) dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari biaya (expense)atau distribusi pada pemilik
  6. Harga Prolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva misalnya pembelian mesin, dan pembayaran uang muka sewa.
Susunan Laporan Laba Rugi 

Menurut PSAK 2002 No.1 (Revisi 1998) laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinrja keuangan yang diperlukan bagi pnyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut :
  1. Pendapatan
  2. Laba rugi usaha
  3. Beban pinjaman
  4. Bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diberlakukan menggunakan metode ekuitas
  5. Beban pajak
  6. laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan 
  7. pos luar biasa 
  8. hak minoritas
  9. Laba atau rugi brsih untuk periode berjalan 
Bentuk Laporan Laba Rugi 
     Multi Step (bertahap)
     
    Bentuk laporan laba rugi dimana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urutan-urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut :
  • Laba bruto, (hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan)
  • Penghasilan usaha bersih (laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha)
  • Penghasilan bersih sebelum pajak (Penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya diluar usaha)
  • Penghasilan bersih sesudah pajak (Penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan)
  • Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa (Penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/ atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa
   Single Step 

         Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya kedalam kelompok-kelompok usaha dan diluar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara :
  • Pendapatan - pendapatan dan laba-laba
  • Biaya-biaya dan kerugian-kerugian 

*Sumber    : Intermediate Accounting, Zaki Baridwan, 2004

Semoga bermanfaat :)

Selasa, 14 Februari 2017

Perdagangan Internasional

DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Perdagangan Internasional adalah kegiatan tukar menukar atau trasaksi jual beli barang atau jasa antara suatu negara dengan negara lain yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan negaranya dan mencari keuntungan. Terjadinya perdagangan internasional dikarenakan adanya perbedaan sumber daya yang ada pada setiap daerah, sperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, upah dan biaya produksi, dan harga barang. Dalam perdagangan internasional yang dilakukan adalah kegiatan ekspor dan impor. Barang-barang impor itu akan dibayar dengan devisa. Devisa itu merupakan alat pembayaran luar negeri. Tujuan kegunaan devisa antara lain untuk membiayai kegiatan perdagangan luar negeri, membayar barang-barang impor, membayar cicilan dan bunga pinjaman luar negeri, membiayai perjalanan dinas pejabat ke luar negeri, membiayai pemuda atau pelajar dan mahasiswa yang belajar diluar negeri atas nama negara, membayar jasa dari luar negeri (tenaga ahli), dan menyumbang dalam rangka kemanusiaan.
Setiap negara dalam melakukan perdagangan internasional akan mengalami dampak positif dan dampak negatif terhadap perekonomian negara itu sendiri. Sejauh mana pengaruh perekonomian negara tiap negara berbeda-beda.
Dampak positif dari perdagangan internasional antara lain :
  •  Kegiatan produksi dalam negeri menjadi meningkat secara kuantitas dan kualitas.
  •  Mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.
  •  Menambahkan devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor.
  • Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutamadalam bidang sektor industri dengan munculnya teknologi baru dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
  • Melalui impor, kebutuhan dalam negara dapat terpenuhi.
  • Memperluas lapangan kerja dan kesempatan masyarakat untuk berkeja.
  • Mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antar negara.
Dampak negatif dari perdagangan internasional antara lain :
  • Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih murah dalam negeri yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
  •  Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
  •  Terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena pengaruh perdagangan bebas.
  •  Bila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.
Sumber  : Makalah Pengantar Bisnis
 Semoga artikelnya bermanfaat :)

Bentuk Organisasi Bisnis


BENTUK-BENTUK ORGANISASI BISNIS

Terdapat 3 bentuk utama dalam organisasi bisnis yaitu :
1. Perusahan Perseorangan 
2. Perusahaan persekutuan 
3. Perseroan Terbatas (PT)

1. PERUSAHAAN PERSEORANGAN

          Adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang,  dimana pengelola perusahaan memperoleh semua keuntungan perusahaan,  tetapi ia juga menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan perusahaan. Perusahaan perseorangan dibagi dalam 2 kelompok yaitu :
1. Usaha Perseorangan Berizin :  memiliki izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila perusahaan perseorangan bergerak dalam bidang perdagangan, maka dapat memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
2. Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin.
Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang kelontong, dsb.

 Kebaikan perusahaan perseorangan:

- Mudah dibentuk dan dibubarkan
- Bekerja dengan sederhana
- Pengelolaannya sederhana
- Tidak perlu kebijaksanaan pembagian laba


 Kelemahan perusahaan perseorangan

- Tanggung jawab tidak terbatas
- Kemampuan manajemen terbatas
- Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan
- Sumber dana hanya terbatas pada pemilik
- Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri

2. PERUSAHAAN PERSEKUTUAN
          Dibagi 2 yaitu :
          a). Firma   Adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang   dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Dalam firma semua anggota bertanggung jawab sepenuhnya baik sendiri-sendiri maupun bersama terhadap utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Bila perusahaan mengalami kerugian akan ditanggung bersama, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi mereka.
Firma bukan merupakan badan usaha yang berbadan hukum karena :
Tidak ada pemisahan harta kekayaan antara persekutuan dan pribadi sekutu-sekutu, setiap sekutu bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan.
Tidak ada keharusan pengesahan akta pendirian oleh Menteri Kehakiman dan HAM. 
          b). Perseroan Komanditer / CV Adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan.
o Sekutu pada persero dapat dikelompokkan menjadi :

- Sekutu Komplementer yaitu: sekutu aktif / orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya sesuai pasal 18 KUHD.

- Sekutu Komanditer yaitu: sekutu pasif / orang yang tidak ikut mengurus persekutuan tapi mempercayakan uangnya dalam persekutuan dan bertanggung jawab hanya terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut


Kelebihan-kelebihan Perusahaan Persekutuan

-
Modal tersedia banyak
- Meningkatkan kepercayaan kreditor
- Keahlian dan ketrampilan bertambah
-Adanya kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang



Kekurangan-kekurangan Persekutuan

-
tanggung jawab tidak terbatas
- Umur yang terbatas
- Lemahnya penegendalian
  

3. PERSEROAN TERBATAS (PT)
          Menurut Pasal 1 butir 1 UU no. 1 tahun 1995, Perseroan Terbatas adalah :Badan Hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian,  melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

 Unsur-unsur dalam Perseroan Terbatas
1. Organisasi yang teratur  mempunyai organ yang terdiri dari :
      a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
      b. Direksi
      c. Komisaris
2. Kekayaan sendiri, berupa modal dan dikelompokan sebagai berikut :
      a. Modal Dasar
      b. Modal yang ditempatkan
      c. Modal yang disetor
3. Mempunyai tujuan sendiri yaitu memperoleh keuntungan (laba).


 Kebaikan Perseroan Terbatas

- Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
- Terbatasnya tanggung jawab
- Saham dapat diperjual belikan dengan relatif mudah.

Kelemahan Perseroan Terbatas:

- Biaya pendiriannya relatif mahal
- Rahasia tidak terjamin
- Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
nah, itulah bentuk-bentuk organisasi bisnis, jika ada kekurangan silahkan tambahkan :)
mohon maaf apabila artikel ini masih banyak kekurangan....

Sumber  : Makalah Pengantar Bisnis

NERACA

"Laporan yang menunjukan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu.keadaan yang ditunjukan dengan julmlah harta yang dimiliki disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva atau dengan kata lain aktiva adalah investasi didalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber-sumber yang digunakan untu investasi tersebut. Oleh karena itu dapat dilihat dalam neraca bahwa jumlah aktiva akan sama besar dengan jumlah pasiva , dimana pasiva itu terdiri dari dua golongan kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik perusahaan yang disebut modal"

Aktiva    =    Utang    +     Modal


Penggolongan Aktiva, Utang dan Modal
Harta-harta/Aktiva

  • Aktiva lancar 
  • Investasi Jangka Panjang
  • Aktiva tetap berwujud 
  • Aktiva tidak berwujud 
  • Aktiva lainnya
Utang-utang
  • Utang Lancar
  • Pendapatan yang diterima dimuka 
  • Utang jangka panjang
  • Utang lainnya
Modal Sendiri
  • Modal saham yang disetor
  • Agio/disaigo saham
  • Cadangan-cadangan
  • Laba tidak dibagi 
Aktiva 


"Manfaat ekonomis dimasa yang akan datang yang diharapkan akan diterima oleh suatu badan usaha sebagai hasil dari transaksi - transaksi dimasa lalu"

     Aktiva Lancar

      "Uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber-sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi             uang kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus usah perusahaan yang normal atau dalam               waktu satu tahun"
   
       Didalam neraca, aktiva lancar akan disusun dalam urutan-urutan likuiditas, dalam arti yang                  paling likuid dicantumkan paling atas, disusul dengan pos-pos yang kurang likuid dibandingkan          dengan pos diatasnya. Elemen-elemen yang termasuk dalam golongan aktiva lancar ialah :

  1. Kas (cek, money order, pos wesel dll)
  2. Surat-surat berharga yang merupakan investasi jangka pendek 
  3. Piutang dagang dan piutang wesel 
  4. Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak pihak lain jika ditrima dalam waktu satu tahun
  5. Piutang angsuran dan piutang wesel angsuran, jika merupakan hal yang umum dalam perdagangan dan akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun
  6. Persediaan barang dagang, bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi bahan-bahan pembantu dan bahan serta suku cadang yang dipakai dalam pemeliharaan alat-alat
  7. Biaya-biaya yang dibayar dimuka seperti, asuransi, bunga, sewa, pajak-pajak, bahan pembantu dll.
     Investasi Jangka Panjang

      "Investasi Jangka Panjang disebut juga Aktiva tidak lancar yang didalamnya termasuk eberapa             macam investasi yang bisa dibentuk surat-surat berharga, pnyisihan dana dan investasi jangka             panjang lainnya"
        Elemen-elemen yang termasuk dalam golongan  Investasi Jangka Panjang ialah :
  1.  Investasi Jangka Panjang dalam surat-surat berharga seperti saham, obligasi dan wesel jangka panjang 
  2.  Investasi dalam anak perusahaan, termasuk uang muka jangka panjang 
  3. Investasi dalam bentuk aktiva tetap berwujud (seperti tanah, mesin-mesin)
  4. Penyisihan dana untuk tujuan jangka panjang seperti dana pelunasan obligasi, dana ekspansi, dana pembelian saham sendiri, dana pembayaran pensiun, dana penggantian gedung dll
  5. Cash Surrender value dari polis asuransi jiwa     
     Aktiva Tetap Berwujud

     "Aktiva-aktiva yang bisa digunakan lebih dari satu periode seperti tanah, gedung-gedung, mesin           dan alat alat, perabot kendaraan dll.cara mncantumkan didalam neraca dimulai dari yang paling           tetap (panjang umurnya) disusul dengan yang lebih pendek umurnya . untu aktiva tetap yang               didepresiasi, maka dineraca harus ditunjukan harga perolehan dan akumulasi depresiasinya"    

      Aktiva Tetap Tidak Berwujud
      "Hak-hak jangka panjang yang sifatnya tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan seperti                goodwill, hak paten, merek dagang, hak cipta, dan lain-lain"

     Aktiva Lainnya

      "Titipan kepada penjual untuk menjamin kontrak, bangunan dalam pengerjaan, piutang-piutang,           jangka panjang, uang muka pada pejabat perusahaan dan lain-lain"

Utang 

"Pengorbanan manfaat ekonomis yang akan timbul dimasa yang akan datang yang disebabkan oleh kewajiban-kewajiban disaat sekarangdari suatu badan usaha yang akan dipenuhi dengan mentransfer aktiva atau memberikan jasa kepada badan usaha lain dimasa datang sebagai akibat dari transaksi-transaksi yang sudah lalu"

     Utang Lancar 

      "Utang-utang yang pelunasannya akan memerlukan penggunaan sumber-sumber yang                          digolongkan dalam aktiva lancar atau dengan menimbulkan suatu utang baru"
  1. Utang dagang yaitu utang-utang yang timbul dari pembelian barang-barangdagang atau jasa 
  2. Utang wesel yaitu utang-utang yang memakai bukti-bukti tertulis 
  3. Taksiran Utang yaitu jumlah pajak penghasilan yang diperkiraan untuk laba priode yang bersangkutan
  4. Utang biaya yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi beban tetapi belum dibayar  (utang gaji, utang bunga dll)
  5. utang-utang lain yang akan dibayar dalam waktu 12 bulan 

     Pendapatan yang diterima di Muka 

      "Penerimaan -penerimaan yang tidak merupakan pendapatan untuk periode yang bersangkutan.            penerimaan-penerimaan semacam ini akan tetap dilaporkan sebagai pendapatan yang diterima            dimuka sampai saat dimana penerimaan tadi dapat diakui sebagai pendapatan"

    Utang Jangka Panjang 

     "dapat digolongkan : utang obligasi , utang wesel jangka panjang dan lain-lain utang yang sifatnya       sama"

     Utang Lainnya

      "Misalnay : utang obligasi yang akan jatuh tempo tetapi akan dilunasi dari dana pelunasan                     obligasi, utang jangka panjang kepada pejabat perusahaan atau kepada anak perusahaan dll"

Ekuitas 

"Perbedaan antara aktiva dengan utang dan merupakan kewajiban perusahaan kepada pemilik"

     Modal Disetor 
  1. Modal Saham, yaitu jumlah nominal saham yang beredar. 
  2. Aigo/Disaigo saham, yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham. agio adalah selisih diatas nominal sedang disago adalah selisih bawah nominal. didalam neraca, agio akan ditambahkan pada modal saham beredar, sedangkan disago dikurangkan.
    Laba Tidak Dibagi 

     "Kumpulan Laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai diyeden. laba tidak dibagi             merupakan elemen modal yang berasal dari dalam perusahaan. apabila laba tidak dibagi saldonya       debit, biasanya disebut defisit"
     Modal Penilaian Kembali 

      "Apabila diadakan penilaian kembali terhadap aktiva-aktiva perusahaan, maka selisih antara nilai        buku lama dengan nilai buku yang baru dicatat sebagai modal penilaian kembali. dadalam                    neraca, modal penilaian kmbali dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan                lemen-elemen modal yang lain"

     Modal Sumbangan 

      "Timbul apabila perusahaan memperoleh aktiva yang berasal dari sumbangan. aktiva yang                    diperoleh dicatat dalam rekening aktiva dengan cara yang biasa dan diimbangi dengan pencatatan        dalam rekening modal sumbangan"

     Modal Lain-Lain 

      "Modal Perusahaan yang tidak dapat dimasukkan dalam salah satu kelompok diatas"

Sumber : Zaki Baridwan.2008.Intermediate Accounting



Laporan Keuangan

Laporan Keuangan 

        Laporan Keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. laporan keuangan dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. 

Di Indonesia prinsip akuntansi disusun oleh Ikatan Akuntansi Indonesia yang menugaskan Panitia Pembina Pasar Uang dan Modal, hasil perumusan panitia tersebut dibicarakan dalam kongres IAI tahun1973 dan setelah diperbaiki kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Prinsip Akuntansi Indonesia. Tahun 1983 dikeluarkan Exposure draft untuk memperbaiki prinsip akuntansi yang lama. ssudah diprbaiki diterbitkan dengan nama Prinsip Akuntansi Indonesia 1984.

Dalam rangka meningkatkan komparabilitas laporan keuangan antarnegara, IAI pada tahun 1994 menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) untuk menggantikan PAI 1984. PSAK ini disusun berdasarkan International Accounting Standars mulai berlaku sejak 1 Januari 1995. standar akuntansi baru yang mengatur praktik ini disebut dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

PSAK No. 1 (Revsi 1998) tentang penyajian laporan keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen sbb:


  1. Neraca yaitu laporan yang menunjukan keadaan keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu 
  2. Laporan laba rugi, yaitu laporan yang menunjukan hasil usaha dan biaya-biaya selama satu periode akuntansi
  3. Laporan perubahan ekuitas yaitu laporan yang menunjukan sebab-sebab perubahan ekuitas dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah ekuitas pada akhir periode
  4. Laporan arus kas (cashflow statement) menunjukan arus kas masuk dan keluar yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi dan arus ka pendanaan
  5. Catatan atas laporan keuangan
Sumber : Zaki Baridwan.2008.Intermediate Accounting
Sampai disini dulu :)

Senin, 13 Februari 2017

Akuntansi Biaya



AKUNTANSI BIAYA DAN PENGGOLONGAN BIAYA


RUMUS
-          Biaya langsung            : biaya bahan baku +BTKL
-          Biaya Produksi            : BBB+BTKL+BOP
-          BOP                             : selain BBB dan BTKL (pabrik)
-          Biaya ADM                 : semua biaya kantor
-          Biaya pemasaran         : biaya toko, biaya iklan
-          Pemakai BB                : persediaan BB (awal) + pembelian bersih –BB(akhir)
-          Pembelian bersih        : pembelian + by angkut – retur pembelian
-          HP produksi               : persediaan BDP(awal) + by produksi – BDP(akhir)
-          HP penjualan              : persediaan barang jadi (awal) + HP produksi – BJ(akhir)

Latihan Soal 1:
Berikut ini data biaya PT Wong Unggul selama Desember 2010:
Biaya bahan baku                                     Rp 850.000,-
Biaya tenaga kerja langsung                    Rp 750.000,-
Biaya tenaga kerja tidak langsung           Rp 500.000,-
Biaya bahan pembantu                             Rp 100.000,-
Biaya perlengkapan kantor                      Rp   50.000,-
Biaya penyusutan pabrik                          Rp 150.000,-
Biaya listrik pabrik                                    Rp 175.000,-
Biaya telphon                                            Rp   90.000,-
Biaya sewa kantor                                     Rp 100.000,-
Biaya gaji bag administrasi                       Rp 350.000,-
Biaya reparasi mesin pabrik                      Rp 100.000,-
Biaya pabrik lain-lain                                Rp 400.000,-
Biaya gaji penjaga toko                             Rp 250.000,-
Biaya iklan                                                Rp 300.000,-
Biaya perlengkapan took                           Rp   50.000,-
Diminta:
Hitunglah jumlah 
Biaya langsung                                 
Biaya pemasaran
            Biaya overhead pabrik                 
            Biaya administrasi umum
             Biaya produksi

JAWABAN
 




*       Biaya langsung
BBB                                        Rp   850.000;
BTKL                                      Rp   750.000;
                                                Rp1.600.000;

*       BOP
BTKTL                                    Rp   500.000;
By Bahan pembantu                Rp   100.000;
By penyusutan pabrik             Rp   150.000;
By listrik pabrik                      Rp   175.000;
By reparasi                              Rp   100.000;
By pabrik lain”                       Rp   400.000;
                                                Rp 1.425.000;

*       Biaya produksi
Biaya langsung                      Rp 1.600.000;
Bop                                        Rp 1.425.000;
                                               Rp 3.025.000;

*       Biaya pemasaran
By gaji penjaga toko             Rp   250.000;
By iklan                                 Rp   300.000;
By perlengkapan toko           Rp    50.000;
                                              Rp   600.000;

*       Biaya administrasi
By telepon                           Rp    90.000;
By sewa kantor                   Rp   100.000;
By gaji bag.ADM               Rp   350.000;
By perlengkapan kan.         Rp    50.000;
                                            Rp   590.000;



HARGA POKOK PESANAN



Latihan Soal 2
“PT. Gahang” sebuah perusahaan industri, berproduksi atas dasar pesanan proses produksinya hanya melalui 1 (satu) departemen produksi. Berikut ini adalah keterangan-keterangan yang diambil dari catatan perusahaan tersebut untuk bulan Maret 2010.
. No Pesanan
Jumlah Unit
Tanggal
Penyerahan
Harga Jual
Perunit
001/III/10
002/III/10
003/III/10
004/III/10
300
450
500
750
31 Maret 2010
6 Maret 2010
31 Maret 2010
18 april 2010
Rp. 10.000
Rp.   9.500
Rp.   9.500
Rp.   8.750

Biaya yang dikeluarkan selama bulan Maret 2010
No. Pesanan
Biaya
Bahan Baku
Biaya Tenaga
Kerja Langsung
BOP
Total Biaya
001/III/10
002/III/10
003/III/10
004/III/10
Rp.    675.000
Rp.    990.000
Rp. 1.115.000
Rp. 1.668.750
Rp.    540.000
Rp.    792.000
Rp.    875.000
Rp. 1.312.500
Rp.     525.000
Rp.     787.500
Rp.     865.000
Rp.  1.312.500
Rp. 1.740.000
Rp. 2.569.500
Rp. 2.855.000
Rp. 4.293.750
Rp. 4.448.750,-
Rp. 3.519.500,-
Rp. 3.490.000
Rp 11.458.250,-
Pesanan yang telah selesai dan diserahkan adalah pesanan No. : 001/III/10 dan No. : 003/III/10, pesanan yang telah selesai tetapi belum diserahkan No. : 002/III/10, sedangkan pesanan No. : 004/III/10, masih dalam proses biaya Overhead Pabrik (BOP) yang sebenarnya terjadi selama bulan Maret 2010 berjumlah Rp. 3.511.500,- jumlah bahan baku yang dibeli secara kredit selama bulan Maret 2010 berjumlah Rp. 5.000.000,-
- Buatlah jurnal yang harus dicatat selama bulan Maret 2010.



          JAWABAN
 


*       Mencatat pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku                                 Rp  5.000.000;           -
Utang dagang                                           -                       Rp  5.000.000;

*       Mencatat pemakaian bahan baku
BDP- Biaya bahan baku                               Rp  4.448.750;           -
             Persediaan bahan baku                           -                       Rp  4.448.750;     

*       Pembebanan BTKL
BDP-BTKL                                                  Rp  3.519.500;           -
                gaji dan upah                                            -                   Rp  3.519.500;

*       Mencatat BOP yang dibebankan
BDP – BOP                                                  Rp  3.490.000;           -
                BOP dibebankan                                     -                     Rp 3.490.000;

*       Mencatat BOP sesungguhnya
BOP sesungguhnya                                     Rp  3.511.500;                      -
                Berbagai rek dikredit                             -                      Rp  3.511.500;

*       Mencatat harga pokok produk jadi
Persediaan produk jadi                                Rp  7.164.500;                         -
                BDP – BBB                                             -                    Rp  2.780.000;
                BDP – BTKL                                           -                    Rp  2.207.000;
                BDP – BOP                                             -                     Rp  2.177.500;

*       Mencatat persediaan BDP
Persediaan barang dalam proses                  Rp  4.293.750                       -
                BDP – BBB                                             -                      Rp  1.668.750;
                BDP – BTKL                                          -                      Rp  1.312.500;
                BDP – BOP                                             -                      Rp  1.312.500;

*       Mencatat penyerahan barang kepaa pemesan
Harga pokok penjualan                                 Rp  4.595.000;                        - 
                Persediaan barang jadi                            -                      Rp  4.595.000;

Piutang dagang                                             Rp  7.750.000;                         -
                Penjualan                                                -                      Rp  7.750.000;





HARGA POKOK PROSES

Perhitungan harga pokok satu departemen produksi

Latihan Soal 3.1
PT. Repeca sebuah perusahaan industri, mengolah produksi secara massa melalui satu departemen, memakai metode harga pokok proses data produksi untuk bulan Januari 2010 adalah :
 Jumlah produk yang diproses           : 6.000 kg
 Jumlah produk selesai                       : 4.000 kg
 Jumlah produk dalam proses akhir    : 2.000 kg
( Tingkat penyelesaian BBB : 100%    biaya konversi : 60% )
Biaya-biaya yang dikeluarkan :
Biaya bahan baku                                             : Rp. 240.000
Biaya Tenaga kerja langsung                            : Rp. 260.000
Biaya overhead pabrik                                      : Rp. 208.000

Diminta :
a.       Laporan harga pokok produksi bulan Januari  2010 !
b.      Jurnal untuk mencatat transaksi selama  Januari 2010!




JAWABAN
                               


Jenis biaya
Jumlah
Unit ekuivalen
Hp/kg
Biaya Bahan Baku
Rp. 240.000
4.000  + (100% x 2.000) = 6000 kg
Rp 40
Biaya tenaga Kerja
Rp. 260.000
4.000 + (  60% x 2.000) = 5.200 kg
Rp 50
Biaya Overhead Pabrik
Rp. 208.000
4.000 + (  60% x 2.000) = 5.200 kg
Rp 40

Rp  708.000

Rp 130
2. Harga pokok produk jadi : 4.000 kg x Rp 130 = Rp 520.000,-
Jurnal:
Persediaan produk jadi         Rp 520.000,-              -
BDP – BBB                               -                    Rp   160.000,-
BDP – BTK                               -                    Rp   200.000,-
BDP – BOP                               -                    Rp   160.000,-
Keterangan:
BDP – BBB = 4.000  kg x Rp 40 =          Rp   160.000,-
BDP – BTK = 4.000 kg x Rp 50 =           Rp   200.000,-
BDP – BOP = 4.000  kg x Rp 40 =          Rp   160.000,-

3.       Perhitungan harga pokok dalam proses akhir:
BDP – BBB = 100 % x 2.000  kg x Rp 40 =Rp 80.000,-
BDP – BTK = 60 % x 2.000 kg x Rp 50 =   Rp 60.000,-
BDP – BOP = 60 % x 2.000 kg x Rp 40 =   Rp 48.000,-
                                                                      Rp 188.000,-

Jurnal:
Persediaan produk jadi         Rp 188.000,-
-
BDP – BBB                            -                    Rp 80.000,-
BDP – BTK                            -                    Rp 60.000,-
BDP – BOP                            -                    Rp 48.000,-


PT. REPECA
LAPORAN BIAYA PRODUKSI
BULAN : JANUARI  2010

I.   Data produksi :
               
                 Masuk Proses                                                                6000 kg
                 Produk jadi yg ditransfer ke gudang:    4.000 Kg
                 Produk dalam proses akhir                :   2.000 Kg
                                                                                                       6000 kg -
                                                                                                           0        

II. Pembebanan Biaya :
Total
Per Kg
Biaya bahan baku
Rp. 240.000
Rp 40
Biaya tenaga kerja
Rp. 260.000
Rp 50
Biaya Overhead pabrik
Rp. 208.000
Rp 40
    Jumlah biaya produksi 
Rp  708.000
Rp 130

III. Perhitungan Biaya :
Harga pokok produk jadi yang ditansfer ke gudang           Rp. 520.000,-
Harga pokok BDP akhir  (2000kg) :
BDP – BBB = 100 % x 2.000  kg x Rp 40 =Rp 80.000,-
BDP – BTK =   60 % x 2.000 kg x Rp 50 = Rp 60.000,-
BDP – BOP =   60 % x 2.000 kg x Rp 40 = Rp 48.000,-
                                                                                             Rp 188.000,
Jumlah biaya produksi yang dibebankan                             Rp 708.000,-      

Perhitungan harga pokok Lebih dari satu departemen produksi
Latihan Soal 3.2
PT MAKOA sebuah perusahaan industry, menggunakan metode harga pokok proses. Proses produksi berjalan melalui 3 departemen produksi. Berikut data dari bagian produksi untuk bulan September 2012:

                                                             Dep 1                    Dep II                    Dep III
Dimasukan dalam proses                          8.000 Kg                     -                             -
Produk selesai yg dikirim ke Dep II         7.000 Kg                     -                             -        
Produk selesai yg dikirim ke Dep III                                         6.500 kg
Produk selesai dan ditransfer ke gudang                                                              5.000 kg    
Produk dalam proses akhir                       1.000 kg                     500 kg              1.500kg
Biaya yang dikeluarkan:                                                
Biaya bahan baku                                  Rp 6.000.000              -                           -         
Biaya Tenaga Kerja                               Rp 5.694.000         Rp 4.320.000          Rp  2.450.000
Biaya Overhead Pabrik                         Rp 5.070.000          Rp 4.165.000          Rp 2.327.500
Tingkat penyelesaian BDP akhir:
Biaya bahan baku                                      100%                              -
Biaya Tenaga Kerja                                    80%                            50%                          75%
Biaya Overhead Pabrik                               80%                            50%                         75%

Diminta:
a.       Laporan harga pokok produksi Dep I, II dan III
b.      Jurnal yang dibutuhkan bulan September 2012






JAWABAN
                                                                                                                                               



1.       Perhitungan harga pokok produksi departemen I per kg

Jenis biaya
Jumlah
Unit ekuivalen
Hp/kg
Biaya Bahan Baku
Rp 6.000.000
7.000 + (100% x 1000) = 8.000 kg
Rp 750,-
Biaya tenaga Kerja
Rp 5.694.000
7.000 + (  80% x 1000) = 7.800 kg
Rp 730,-
Biaya Overhead Pabrik
Rp 5.070.000
7.000 + (  80% x 1000) = 7.800 kg
Rp 650,-

Rp  16.764.000

Rp 2130,-

Perhitungan Biaya :
Harga pokok produk jadi 7.000 x Rp 2130,-                    Rp. 14.910.000,-
Harga pokok BDP akhir  (1000kg) :
BBB = 100 % x 1.000 kg x Rp 750,- =Rp 750.000,-
BTK =   80 % x 1.000 kg x Rp 730,- =Rp   584.000,-
 BOP =  80 % x 1.000 kg x Rp 650,- =Rp   520.000,-+
                                                                                          Rp     1.854.000,-
Jumlah biaya produksi dep I                                             Rp 16.764.000,-

Jurnal yang dibuat:
a.       Mencatat harga pokok produk jadi
BDP-BBB Dep II                                                         Rp. 14.910.000,-                 -
                                BDP – BBB dep I                                             -                 Rp   5.250.000,-
                                BDP – BTKL dep I                                           -                 Rp  5.110.000,-
                                BDP – BOP  dep I                                             -                 Rp  4.550.000,-

b.      Mencatat persediaan BDP ahir
                Persediaan barang dalam proses dep I              Rp     1.854.000,-             -
                                BDP – BBB                                                         -                Rp 750.000,-
                                BDP – BTKL                                                      -                Rp   584.000,-
                                BDP – BOP                                                         -                Rp   520.000
c.       Mencatat pemakaian bahan baku
        BDP- Biaya bahan baku dep I                                  Rp 6.000.000,-              -
                                Persediaan bahan baku                                     -                  Rp 6.000.000,-

d.      Mencatat pembebanan biaya tenaga kerja
        BDP – biaya tenaga kerja langsung dep I                Rp 5.694.000,-              -
                                Gaji  dan upah                                                   -                  Rp 5.694.000,-

e.      Mencatat BOP
        BDP – BOP dep I                                                     Rp 5.070.000,-              -
                                Berbagai rek dikredit                                        -                  Rp 5.070.000,-


2.
PT. MAKOA
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEP I
BULAN : SEP 2012
I.   Data produksi :
                
                 Masuk Proses                                                           8.000 kg
                 Produk jadi yg ditransfer ke dep B   :    7.000 Kg
                 Produk dalam proses akhir                :    1.000 Kg
                                                                                                   8.000 kg -
                                                                                                          0        

II. Pembebanan Biaya :
Total
Per Kg
Biaya bahan baku
Rp 6.000.000
Rp 750,-
Biaya tenaga kerja
Rp 5.694.000
Rp 730,-
Biaya Overhead pabrik
Rp 5.070.000
Rp 650,-
    Jumlah biaya produksi 
Rp  16.764.000
Rp 2130,-

III. Perhitungan Biaya :
Harga pokok produk jadi 7.000 x Rp 2130,-                    Rp. 14.910.000,-
Harga pokok BDP akhir  (1000kg) :
BBB = 100 % x 1.000 kg x Rp 750,- =Rp 750.000,-
BTK =   80 % x 1.000 kg x Rp 730,- =Rp   584.000,-
 BOP =  80 % x 1.000 kg x Rp 650,- =Rp   520.000,-+
                                                                                                        Rp     1.854.000,-
Jumlah biaya produksi dep I                                               Rp 16.764.000,-






3. Perhitungan harga pokok produksi departemen II per kg
Jenis biaya
Jumlah
Unit ekuivalen
Hp/kg
Biaya tenaga Kerja
Rp  4.320.000
6500 + (  50% x 500) = 6750 kg
Rp 640,-
Biaya Overhead Pabrik
Rp  4.185.000
6500 + (  50% x 500) = 6750 kg
Rp 620,-

Rp  8.505.000

Rp 1260,-


4.
PT. MAKOA
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEP II
BULAN : SEP 2012
I.   Data produksi :
                 Masuk proses                                                                                   7.000 kg
                 Produk jadi yg ditransfer ke gudang:    6500 Kg
                 Produk dalam proses akhir                :      500 Kg
                                                                                                                                7.000 kg -
II. Data Biaya                                                                                                                           0        
Keterangan
Total
Hp/kg
Harga pokok dari dep I
Rp. 14.910.000,-
Rp 2130,-
Harga pokok dari dep II :  B T K
Rp  4.320.000
Rp 640,-
                                              B O P
Rp  4.185.000
Rp 620,-

Rp  23.415.000
Rp 3390,-
17
III. Perhitungan Biaya
Harga pokok produk jadi yg ditransfer ke gudang:
Harga pokok dari dep I : 6500 x Rp 2130,-= Rp. 13.845.000,-
Harga pokok dari dep II : 6500 x Rp 1260,-= Rp      8.190.000,-
                                                                                                                          Rp 22.035.000,-
Harga pokok BDP akhir  :
Harga pokok dari dep I : 500 x Rp 2130,-   =Rp 1.065.000,-
Harga pokok dari dep II :
            BTK =   50 % x 500 kg x Rp 640,- =Rp      160.000,-
            BOP =  50 % x 500 kg x Rp 620,- =Rp       155.000,-+
                                                                                                                         Rp   1.380.000,-
Jumlah biaya produksi dep II                                                                               Rp  23.415.000,-


5.       Jurnal yang dibuat:
a.       Mencatat harga pokok produk DEP I
BDP-BBB Dep II                                                         Rp. 14.910.000,-              -
                              BDP – BBB dep I                                             -                 Rp   5.250.000,-
                              BDP – BTKL dep I                                           -                 Rp  5.110.000,-
                              BDP – BOP  dep I                                             -                 Rp  4.550.000,-

b.       Mencatat persediaan BDP ahir
Persediaan barang dalam proses dep II                            Rp   1.380.000,-        -
                          BDP – BBB                                                           -                Rp 1.065.000,-
                          BDP – BTKL                                                         -                Rp   160.000,-
                          BDP – BOP                                                            -                Rp   155.000

c.       Mencatat harga pokok produk jadi 
        BDP-BBB                                                                 Rp 22.035.000,-            -
                                BDP – BBB dep II                                            -                Rp  13.845.000,-
                                BDP – BTKL dep II                                         -                Rp  4.160.000,-
                                BDP – BOP dep II                                            -                Rp  4.030.000,-


d.      Mencatat pembebanan biaya tenaga kerja
BDP – biaya tenaga kerja langsung dep II                       Rp  4.320.000,-             -
                   Gaji  dan upah                                                               -                 Rp  4.320.000,-

e.      Mencatat BOP
BDP – BOP dep II                                                            Rp  4.185.000,-             -
                Berbagai rek dikredit                                                    -                     Rp  4.185.000,-





6. Perhitungan harga pokok produksi departemen III per kg
Jenis biaya
Jumlah
Unit ekuivalen
Hp/kg
Biaya tenaga Kerja
Rp  2.450.000
5000 + (  75% x 1500) = 6125 kg
Rp 400,-
Biaya Overhead Pabrik
Rp  2.327.500
5000 + (  75% x 1500) = 6125 kg
Rp 380,-

Rp  4.777.500

Rp 780,-


7.
PT. MAKOA
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEP III
BULAN : SEP 2012

I.   Data produk

 :
                
                 Masuk Proses                                                                                  6500 kg
                 Produk jadi yg ditransfer ke gudang:    5000 Kg
                 Produk dalam proses akhir                :    1500 Kg
                                                                                                                          6500 kg -
II. Data Biaya                                                                                                         0        
Keterangan
Total
Hp/kg
Harga pokok dari dep II
Rp 22.035.000
Rp 3390,-
Harga pokok dari dep III :  B T K
Rp  2.450.000
Rp 400,-
                                              B O P
Rp  2.372.500
Rp 380,-

Rp  26.812.500
Rp 4170,-

III. Perhitungan Biaya
Harga pokok produk jadi yg ditransfer ke gudang:
Harga pokok dari dep II : 5000 x Rp 4170,-    =                                     Rp. 20.850.000,-
Harga pokok BDP akhir  :
Harga pokok dari dep II : 1500 x Rp 3390,-      =Rp 5.085.000,-
Harga pokok dari dep III :
                 BTK =   75 % x 1500 kg x Rp 400,-=Rp    450.000,-
                 BOP =  75 % x 1500 kg x Rp 380,- =Rp       427.500,-+
                                                                                                                Rp     5.962.500,-
Jumlah biaya produksi dep III                                                                    Rp  26.812.500,-


Jurnal yang dibua
  Mencatat harga pokok produk dep III
              BDP-BBB DEP III                                                  Rp 22.035.000,-            -
                                BDP – BBB dep II                                            -                Rp  13.845.000,-
                                BDP – BTKL dep II                                          -                Rp  4.160.000,-
                                BDP – BOP dep II                                            -                Rp  4.030.000,-

   Mencatat persediaan BDP ahir
   Persediaan barang dalam proses dep III Rp   5.962.500,-        -
                                BDP – BBB                                                        -                Rp 5.085.000,-
                                BDP – BTKL                                                      -                Rp   450.000,-
                                BDP – BOP                                                        -                Rp   427.500

Mencatat harga pokok produk jadi
                Persediaan barang jadi                                  Rp. 20.850.000,-            -
                                BDP – BBB dep III                                           -                Rp  16.950.000,-
                                BDP – BTKL dep III                                         -                Rp  2.000.000,-
                                BDP – BOP dep III                                           -                Rp  1.900.000,-
   
Mencatat pembebanan biaya tenaga kerja
BDP – biaya tenaga kerja langsung dep III                   Rp  2.450.000,-             -
                Gaji  dan upah                                                                                    Rp2.450.000,


Mencatat BOP
BDP – BOP dep III                                                       Rp  2.372.500,-             -
                Berbagai rek dikredit                                                      -                  Rp  2.372.500,-
   


Sumber : Tugas Kuliah